Skip to main content

ular kapas

----------------------------------------------
aku melihat sebuah tayangan kerusuhan. ada 2 mobil sedan tua dengan masing2 pengemudi yang saling adu mulut dan membawa pisau. keduanya saling menubrukkan mobil satu sama lain. sampai akhirnya berhenti di perempatan lampu merah, dan keduanya bersungut-sungut sambil mengacungkan pisau masing. terdengar narasi "beginilah kerusuhan yang sering terjadi di negara filipina. kerusuhan yang sangat meresahkan warga dan tragisnya aparat keamanan tidak bisa berbuat apa-apa".

tak lama kemudian aku sudah berada di perempatan lampu merah tersebut. aku juga bingung tiba-tiba berada disitu. lalu kedua mobil itu berlalu dan ada 2 orang anak boncengan naik sepeda sambil menangis. aku tanya "kenapa?" salah satunya menjawab "kedua orang itu adalah bapak kami". kasihan. aku coba menenangkan dan menghibur mereka sambil berjalan. usahaku berhasil dan mereka lalu berlarian kembali ceria. dasar anak kecil :D. aku tersadar ternyata kami berjalan sampai di jalanan area persawahan. di kanan kiri tepi jalan ada balon-balon yang ditancapkan sebagai hiasan. warna warni, yg dominan warna biru. lalu terdengar lagi narasi "salah satu budaya negara ini adalah dengan memasang balon di tepi-tepi jalan sebagai penghias jalan. hal ini sangat menguntungkan warganya karena.... *tskk tskk* ... sehingga dapat memberi peringatan *tskk tskk*" aku ga bisa mendengar dengan jelas.

lalu tiba-tiba kedua anak kecil tadi berlarian berbalik arah sambil menunjuk angkasa. "lihaattt!! ada balon bening.. ayo lariii!!" tanpa tau maksudnya aku pun ikut berlari mengikuti 2 anak kecil tsb. sambil berlari aku tanya ke penduduk sekitar yg juga berlarian, sebagian dari mereka memasuki rumah dan mengunci pintu. "ada apa? ada apa?" ada yg berteriak menjawab "ada balon bening... ada ujan kapass...". aku masih terus berlari dan berpikir "ujan kapas? aku mau melihatnya.. tapi kenapa bahaya?". aku masih berlari sambil teriak "ada apa? ada apa?" lalu ada yg berteriak lagi menjawab "ada ular kapas...". hah? ular kapas? batinku dalam hati. tapi tetap aku ingin melihatnya. dan sampai lah di rumah anak kecil tsb yg belakangan kutau namanya Qirul. aku diajak masuk dan dia mengunci pintu. lalu dia mengintip dari jendela dan aku mengikutinya. dari kejauhan terlihat ada ular buesar dan panjangggg.... berjalan melalui jalan depan rumah penduduk. ular itu berkepala panda dan punggungnya bergerigi.

tiba-tiba ada anak kecil berusaha membunuh ular itu. dan dengan gampangnya ular itu melawan dan dilumatlah anak kecil tersebut tepat ketika berada di depan rumah Qirul. setelah itu ular kapas tidak melanjutkan perjalanannya, malah mengendus-endus rumah Qirul. Kami yang berada di dalam rumah ketakutan. Ular terus saja mengitari rumah Qirul. Tanpa kusangka Qirul membuka pintu dan dia melompat keluar dan berlari. Dia selamat, ular tidak mengetahuinya. Tinggal aku yang bergetar ketakutan di dalam rumah. Aku mencari pintu belakang, dan keluar. Lalu berlari dan masuk ke rumah salah satu penduduk disitu melalu pintu belakang juga. Rupanya rumah itu sudah ditinggal pemiliknya. Lalu aku berjalan mencari pintu depan. Dan dengan jantung berdegup kencang aku pelan-pelan membuka pintu depan. Bermaksud mengikuti jejak Qirul. Hop! aku melompat keluar. Dan ternyata ular itu sudah ada di dekatku. Aku pasrah diam saja. Dan tak lama dilumatlah aku oleh ular kapas itu. -end-
----------------------------------------------












mimpi tadi pagi. aneh polll hahahahhahaa...

Comments

siska said…
tapi keren euy inget betul detil mimpinya hehe
elydevi said…
soale tangi2 sirahku ngelu Sis. jd tak iling2 :D

#kok yo enek sing komeenn :))
Keke Purnama said…
wueleeehhh... iki gek mimpi cap opo to yooo... :P

Popular posts from this blog

Dan Lahirlah Sulaiman..

Lanjut ya.. (cerita sebelumnya) Sekitar pukul 14.00 saya pindah ke ruang bersalin. Didampingi mbak Mita, mbak Siti dan tentu saja suami dan juga anaknya bidan Rina. Hahaha.. awalnya saya agak kaget, loh ini anak kecil2 mainnya di ruang persalinan. Tapi saya yg awalnya agak tegang malah jadi lebih santai. Adik Hafizhah malah iseng nanya "tante mau lairan ya.." Sambil senyum2 aneh dan dengan posisi ngangkang saya jawab "iya..". Saya baru sadar ternyata rasa mules hebat tadi malah sudah hilang, yang ada cuma mules2 biasa. Kemudian Mbak Siti memberikan sedikit instruksi cara mengejan dan mengatur nafas, serta menjelaskan kepada suami apa yg harus dilakukan ketika saya mengejan. Saya diminta untuk memberitahu jika mules datang, karena itu saatnya mengejan. Setelah mules datang saya berusaha mengejan dengan posisi setengah tidur dan duduk dengan tubuh belakang disupport suami. Sampe sekitar 3x percobaan masih belum berhasil, dan saya juga merasa cara mengejan saya mas...

Program Hamil di Malang

Loh kok di Malang? Iya, sekali lagi takdir Allah membawa saya dan suami kembali ke Malang. Ceritanya setelah usaha sdh mulai jalan, santai, dan hidup tenang kemudian Allah datangkan kembali ujian kenaikan kelas. Yak, rumah kontrakan yg kami tinggali dan baru saja kami bayar biaya sewanya di awal tahun 2014 ternyata mau dijual sama ownernya. Pikir2 mau cari lagi sudah susah lah ya di Denpasar. Kalo buat orang seperti kami yg agak pilih2 dalam hal lingkungan dan lokasi. Akhirnya muncul pertimbangan untuk balik kampung dan tercetuslah kota Malang. Dan makcling, dengan proses yg kalang kabut saking cepetnya di bulan April 2014 kami sudah pindah ke Malang. Ngga banyak dan ngga susah adaptasi hidup di Malang karena kami sama2 pernah tgl di Malang selama 3 tahun waktu STM. Jadi ya bawaannya hati dan pikiran itu ayem, damai, seneng, santai.. heheheh.. Alhamdulillah usaha jg ttp jalan karena memang sistemnya bisnis online. Di Malang ini saya sudah mulai browsing2 juga tentang dokter kandung...

Melahirkan itu.. (cerita melahirkan)

Cerita melahirkan masing-masing perempuan itu pasti berbeda2 ya. Dan saya yakin pengalaman melahirkan itu pasti sangat berkesan bagi seorang ibu/perempuan. Ada yg bilang mengerikan, ada yg bilang indah, ada yg ga ngerasa apa2 karena harus operasi. Macam2 lah ya.. Alhamdulillah lagi melahirkan bagi saya adalah pengalaman yaanggg..  menyenangkan dan pastinya tdk terlupakan. Jadi seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa selama hamil saya ikut kelas prenatal di Rumah Bidan Rina. Di kelas itu dijelaskan proses melahirkan secara gamblang, secara medis dan secara psikologis (aduh bahasanya hahaha). Pokoknya di kelas tersebut kami calon ayah dan ibu mendapat pencerahan secara nyata tentang proses melahirkan. Serta bagaimana mengatur emosi, perasaan dan mental selama menjalani persalinan. Bagi ibu dan pasangannya. Terus yg paling penting adalah bahwa persalinan/melahirkan itu proses yg alami yg harus dijalani secara sadar dan minim trauma. Pada intinya memang sudah kodrat ...