Skip to main content

Menjadi Ibu Rumah Tangga

Bulan Mei 2012 adalah bulan terakhir aku terima gaji dari kantor tempat kerjaku. Kantor dimana aku sudah krg lebih 9 tahun bekerja disitu. Dari akhir 2003 menginjakkan kaki di Bali sebagai perantau aku memang tidak pernah pindah2 perusahaan. Mulai masih ngantor di daerah Sanur yg bentuk kantornya seperti rumah biasa sampe pindah di daerah Seminyak berbentuk kantor beneran, dan terakhir satu bagian dimana aku berada dipindah di sebuah ruko kecil di pojokan gang buntu. Ya ngenes banget kalau dipikir2. Tapi aku jg berterima kasih karena selama 9 tahun itulah biaya hidupku berasal dari gaji kantor tsb. Udah bisa kuliah, udah bisa bayar kost, udah bisa makan, udah bisa bawa jalan2 ortu dan keluarga kalau lagi ke Bali, udah bisa nabung dikit2.

Yg terjadi kurang lebih adalah perubahan kebijaksanaan dari kantor. Jadi sudah sekitar 3 tahun sebelum kami satu bagian (4 orang) diberhentikan, bagian kami tidak lagi diberi pekerjaan seperti sebelum2nya. Lambat laun pekerjaan dari masing2 kami dialihkan ke vendor lain. Yang mana akhirnya kami tiap hari cuma datang ke kantor-duduk di depan komputer browsing apa yang kami mau-pulang. Istilahnya makan gaji buta hehehe.

Saat itu aku dan suami sudah merasakan ada yg tdk beres. Dan mulailah ada pembicaraan apakah mau ngelamar di tempat lain atau cari peluang usaha. Sampai akhirnya di tahun 2011 entah dapat ide darimana, suami mulai membicarakan tentang boot ID di sepatu bola. Teruuusss teruuuusss dibahas padahal istrinya ini ga ngeh sama apa2 di bidang persepakbolaan. Mulai membicarakan alat2nya dan katanya di Indonesia belum ada, bisa jadi peluang usaha. Di-iya2-in aja biar cepet. Eh kayaknya kok serius, mulailah tiap Sabtu sepulang kantor gerilya ke tempat2 yang kira2 bisa bantu untuk menyediakan alatnya. Dan setelah kesana kemari akhirnya ada satu tempat yang bisa bantu. Singkat cerita tahun 2011 suami mulai 'buka usaha' boot iD pertama di Indonesia.

Alhamdulillah sambil masih tetep magabut di kantor, boot Id juga bisa berjalan. Order mulai ramai. Dan sekitar bulan April 2012 suami ngajuin untuk beli mesin sendiri saja. Biar ngga usah pake mesin/alat orang lain. Ya sudah bismillah, dengan menguras tabungan akhirnya kebeli juga mesin untuk boot iD. Waktu itu sama sekali ngga ada pikiran apa2, bahkan utk fulltime usaha aka resign dari kantor kita belum terpikir ke arah sana. Sampai di bulan depannya Mei 2012 diterimalah surat pemberhentian kerja itu hahahahah...
Iya takdir Allah itu indah. Disaat kita kebingungan masalah kantor, disaat itulah Allah datangkan ide. Disaat kita udah bisa beli mesin buat usaha, disaat itulah kita harus berhenti kerja kantoran. Karena yaa... jangan maruk wakakaka... jalan rejeki Allah tentukan dari tempat lain.

Bismillah, sejak saat itu resmilah aku menjadi ibu rumah tangga. Kok ga cari kerja lagi? Sudah dapet kok. Kerja bareng suami. 😁
Ngga sedih? Ya sedih, sepulang terima surat PHK bahkan nangis di pelukan suami. Tapi sedihnya bukan karena di-PHK. Kalau itu sudah siap mental. Sedih karena kok begitu cara menyampaikannya.
Ngga malu di-PHK? Ya sedikit, tapi balik lagi. Ini PHK bukan karena aku bikin sesuatu yg buruk. Tapi memang karena perubahan kebijaksanaan dari kantor. Buktinya aku dapet pesangon dan dapet surat rekomendasi yg isinya juga baik 😉
Terus gmn tanggapan ortu? Yg ini jujur berat banget waktu nyampeinnya. Tapi alhamdulillah sampai sekarang ngga ada masalah. Hehe

Pada akhirnya semua itu ada hikmahnya. Percaya bahwa takdir Allah itu semua baik. Dan jadi ibu rumah tangga atau pegawai semua sudah ada jalan rejekinya masing-masing 😊

Comments

Popular posts from this blog

Dan Lahirlah Sulaiman..

Lanjut ya.. (cerita sebelumnya) Sekitar pukul 14.00 saya pindah ke ruang bersalin. Didampingi mbak Mita, mbak Siti dan tentu saja suami dan juga anaknya bidan Rina. Hahaha.. awalnya saya agak kaget, loh ini anak kecil2 mainnya di ruang persalinan. Tapi saya yg awalnya agak tegang malah jadi lebih santai. Adik Hafizhah malah iseng nanya "tante mau lairan ya.." Sambil senyum2 aneh dan dengan posisi ngangkang saya jawab "iya..". Saya baru sadar ternyata rasa mules hebat tadi malah sudah hilang, yang ada cuma mules2 biasa. Kemudian Mbak Siti memberikan sedikit instruksi cara mengejan dan mengatur nafas, serta menjelaskan kepada suami apa yg harus dilakukan ketika saya mengejan. Saya diminta untuk memberitahu jika mules datang, karena itu saatnya mengejan. Setelah mules datang saya berusaha mengejan dengan posisi setengah tidur dan duduk dengan tubuh belakang disupport suami. Sampe sekitar 3x percobaan masih belum berhasil, dan saya juga merasa cara mengejan saya mas...

Program Hamil di Malang

Loh kok di Malang? Iya, sekali lagi takdir Allah membawa saya dan suami kembali ke Malang. Ceritanya setelah usaha sdh mulai jalan, santai, dan hidup tenang kemudian Allah datangkan kembali ujian kenaikan kelas. Yak, rumah kontrakan yg kami tinggali dan baru saja kami bayar biaya sewanya di awal tahun 2014 ternyata mau dijual sama ownernya. Pikir2 mau cari lagi sudah susah lah ya di Denpasar. Kalo buat orang seperti kami yg agak pilih2 dalam hal lingkungan dan lokasi. Akhirnya muncul pertimbangan untuk balik kampung dan tercetuslah kota Malang. Dan makcling, dengan proses yg kalang kabut saking cepetnya di bulan April 2014 kami sudah pindah ke Malang. Ngga banyak dan ngga susah adaptasi hidup di Malang karena kami sama2 pernah tgl di Malang selama 3 tahun waktu STM. Jadi ya bawaannya hati dan pikiran itu ayem, damai, seneng, santai.. heheheh.. Alhamdulillah usaha jg ttp jalan karena memang sistemnya bisnis online. Di Malang ini saya sudah mulai browsing2 juga tentang dokter kandung...

Melahirkan itu.. (cerita melahirkan)

Cerita melahirkan masing-masing perempuan itu pasti berbeda2 ya. Dan saya yakin pengalaman melahirkan itu pasti sangat berkesan bagi seorang ibu/perempuan. Ada yg bilang mengerikan, ada yg bilang indah, ada yg ga ngerasa apa2 karena harus operasi. Macam2 lah ya.. Alhamdulillah lagi melahirkan bagi saya adalah pengalaman yaanggg..  menyenangkan dan pastinya tdk terlupakan. Jadi seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa selama hamil saya ikut kelas prenatal di Rumah Bidan Rina. Di kelas itu dijelaskan proses melahirkan secara gamblang, secara medis dan secara psikologis (aduh bahasanya hahaha). Pokoknya di kelas tersebut kami calon ayah dan ibu mendapat pencerahan secara nyata tentang proses melahirkan. Serta bagaimana mengatur emosi, perasaan dan mental selama menjalani persalinan. Bagi ibu dan pasangannya. Terus yg paling penting adalah bahwa persalinan/melahirkan itu proses yg alami yg harus dijalani secara sadar dan minim trauma. Pada intinya memang sudah kodrat ...