Skip to main content

Program Hamil di Denpasar

Tulisan ini kilas balik banget. Semoga masih inget ya walaupun tidak lengkap.

Setelah menikah, biasalah ya.. bulan ke 3 dst sudah mulai banyak yg nanya "udah isi apa belum?" Jawabnya masih santai dan dibawa seneng "isi nasi hehe.. " Memang waktu itu berat badan juga naik signifikan. Kebaya akad nikah, udah ketat di usia belum setaun pernikahan. Wkwkwkwk 😅
Jangan dikira ngga pengen, kami pun pengen langsung hamil dan punya anak. Sudah ngebayangin nanti kalau anaknya cewe gmn ya? Cowo gmn ya? Nanti keriting dan hidung mancung kyk bapaknya. Jangan pesek kyk ibunya, dlsb. Tapi Allah tentukan lain. Dari mulai nikah haidku berantakan. Yg biasanya tiap bulan dapet, ini nggak. Yg biasanya lancar haid 7 hari. Ini bisa kdg flek aja datang dan pergi sampai 14 hari. Resah, akhirnya ngajak suami ke dokter kandungan utk konsultasi di bulan ke 9 pernikahan.

Waktu itu kami datang ke dsog perempuan yg ada di Jl. Veteran. Konsultasi masalah haid dan kemudian ditawari utk program hamil. Kamipun setuju. Langsung dikasih resep 5 pil penyubur untukku dan suami disarankan untuk tes sperma di lab. Bulan depannya kita dtg lagi dengan hasil lab suami yg sebenarnya bagus tapi tidak sempurna. Dan kemudian dikasih rujukan ke dokter androlog untuk konsultasi serta diresep obat untuk suami. Yg mana kemudian efek obatnya kata suami bikin panas di tenggorokan dan suami berhasil ngomel2. Hahaha.. Ya wes lah, ga lanjut programnya. Karena kalau menurut yg aku baca di internet. Jika belum 1 tahun pernikahan belum perlu untuk periksa ke dokter atau ikut program hamil. 

Masuk tahun kedua pernikahan haidku masih belum lancar juga. Dan rasanya akupun semakin gencar mencari dan baca informasi tentang program hamil, masalah penyebab infertility, pengalaman orang2 yg berhasil hamil dan tidak, cara mengetahui masa subur, dlsb. Buanyaaakk. Rasanya sampe hafal diluar kepala. Belum lagi harus mendengarkan omongan2 orang. Waduh, mungkin kebawa stres ya akhirnya. Trs sambil masih cobain cara2 dan tips2 di internet aku merasa harus cooling down. Tenaaanggg. Walaupun tidak tenang. Okeee, semua akan indah pada waktunya. Dan alhamdulillah lambat laun haid mulai lancar. Ealah buuu.. pikiran ngaruh banget ternyata ya. 

Sambil santai sambil sesekali baca pengalaman orang2 yg berhasil hamil di internet. Biar ttp semangat dan selalu ada harapan. Tak lupa nyobain jg saran2 dari teman2 seperti herbal, olahraga, minum jus ini itu. Sesekali pergi jalan2 sama suami kalo pas libur kantor, biar ga stres. Jadi bukannya santai itu tidak usaha ya.

Saat santai2nya di tahun ketiga (2012) pertengahan, Allah takdirkan untuk berhenti kerja. Sempet galau sedikit tapi diambil hikmahnya, mungkin ini saatnya program hamil lagi ke dokter. Setelah dapat nama dsog wanita dari hasil googling, kesanalah kami menjalani program hamil berikutnya. Dr. Chandranita praktek di RS Manuaba dekat terminal ubung. Mulai bulan Juni 2012 kami mulai konsultasi. Dokternya masyaAllah sabar, baik, dan komunikatif. Seperti biasa ditanya riwayat haid, pekerjaan, pola makan, pola hidup. Lalu diberi obat penyubur lagi. Selama 3 bulan masing2 5butir untuk saya. Setiap bulan saat haid harus kontrol untuk diperiksa sel telurnya. Karena pada usg pertama rahim saya bentuknya bagus, tidak ada kista, myom, dll. Hanya saja sel telur ukurannya tidak sesuai utk keperluan pembuahan. Setelah 3 bulan dgn bantuan pil penyubur tdk berhasil, akhirnya suami direkomen untuk tes sperma. Alhamdulillah hasilnya bagus dan tdk perlu terapi. Sedangkan saya istirahat dl obat penyubur selama 3 bulan. Setelah 3 bulan diberi obat penyubur lagi dan sel telur masih belum sesuai, dokter mulai menjelaskan jika sel telur saya kecil2. Seharusnya tidak begitu. Singkatnya, kemudian saya googling dan dapatlah informasi mengenai PCOs. Kurang lbh masalah hormon. Sambil usaha utk memperbesar ukuran sel telur, dokter menyarankan untuk HSG yaitu utk mengetahui kondisi saluran di tuba falopi. Googling lg dan hasilnya bikin galau hahaha. Katanya sakit lah ini lah itu lah. Tapi sisi lain hati saya sgt bersemangat. Karena dgn begitu jika ada masalah yg ditemukan bs segera dicari solusinya. Dan alhamdulillah hasilnya bagus lagi. Akhirnya dengan entengnya bu dokter memberi saya resep obat yg diminum tiap hari, namanya forbetes. Yaitu obat utk menyeimbangkan hormon supaya perkembangan sel telur saya normal. Obatnya sama dgn obat pengidap diabetes karena kasus yg saya hadapi ada hubungannya dgn hormon insulin gitu deh. -Lbh lengkap bisa google :D -

Kontrol pertama setelah konsumsi obat selama sebulan, hasilnya belum bagus. Dokter masih minta konsumsi tiap hari tapi kali ini dgn pesan untuk kontrol 3 bulan sekali aja. Masih ingat dulu bu dokter gini pesennya "hmm.. trs kenapa kamu ini El?" Yg mana kemudian saya simpulkan bahwa sebenernya "aku baik-baik saja". Sambil konsumsi terus sampai bosen dan kami, terlebih saya memutuskan untuk tidak lanjut program hamilnya wkwkwkw..

Total program hamil yg kedua ini makan waktu krg lebih setaunan. Tiap bulan bolak-balik ke RS. Pernah smpe jd pasien terakhir mulai dateng jam 6 sore pulang jam 1 malam. Boncengan naik motor sambil merenung dan bicara ringan sama suami. Saat itu yg ada di pikiran cuma, "ya udah lah manusia wajibnya usaha, Allah yg menentukan. Kelak jika Allah takdirkan punya anak, hal2 begini akan jadi kenangan" Belum lagi bagian ngilunya usg transV. Kalo ada yg bilang aduh rasanya sakit banget, nah itu ngilunya "diaduk-aduk" saya rasakan hampir tiap bulan :D Belum yg paling seru waktu proses HSG, yg katanya sakit atau tidak tergantung orangnya. Ok, saya termasuk yg kesakitan. Sampai rumah saya ngga bisa jalan karena ini perut rasanya suakit kyk jatuh ketarik. Ngga bisa jalan ya merangkak akhirnya. Hahaha..

Eh ya skrg ketawa, dulu jangan ditanya. Tapi ingat janji Allah, setelah kesulitan ada kemudahan. Jadi harus tetep semangat. Next, mau cerita program hamil di Malang. 

Comments

Popular posts from this blog

Dan Lahirlah Sulaiman..

Lanjut ya.. (cerita sebelumnya) Sekitar pukul 14.00 saya pindah ke ruang bersalin. Didampingi mbak Mita, mbak Siti dan tentu saja suami dan juga anaknya bidan Rina. Hahaha.. awalnya saya agak kaget, loh ini anak kecil2 mainnya di ruang persalinan. Tapi saya yg awalnya agak tegang malah jadi lebih santai. Adik Hafizhah malah iseng nanya "tante mau lairan ya.." Sambil senyum2 aneh dan dengan posisi ngangkang saya jawab "iya..". Saya baru sadar ternyata rasa mules hebat tadi malah sudah hilang, yang ada cuma mules2 biasa. Kemudian Mbak Siti memberikan sedikit instruksi cara mengejan dan mengatur nafas, serta menjelaskan kepada suami apa yg harus dilakukan ketika saya mengejan. Saya diminta untuk memberitahu jika mules datang, karena itu saatnya mengejan. Setelah mules datang saya berusaha mengejan dengan posisi setengah tidur dan duduk dengan tubuh belakang disupport suami. Sampe sekitar 3x percobaan masih belum berhasil, dan saya juga merasa cara mengejan saya mas...

Program Hamil di Malang

Loh kok di Malang? Iya, sekali lagi takdir Allah membawa saya dan suami kembali ke Malang. Ceritanya setelah usaha sdh mulai jalan, santai, dan hidup tenang kemudian Allah datangkan kembali ujian kenaikan kelas. Yak, rumah kontrakan yg kami tinggali dan baru saja kami bayar biaya sewanya di awal tahun 2014 ternyata mau dijual sama ownernya. Pikir2 mau cari lagi sudah susah lah ya di Denpasar. Kalo buat orang seperti kami yg agak pilih2 dalam hal lingkungan dan lokasi. Akhirnya muncul pertimbangan untuk balik kampung dan tercetuslah kota Malang. Dan makcling, dengan proses yg kalang kabut saking cepetnya di bulan April 2014 kami sudah pindah ke Malang. Ngga banyak dan ngga susah adaptasi hidup di Malang karena kami sama2 pernah tgl di Malang selama 3 tahun waktu STM. Jadi ya bawaannya hati dan pikiran itu ayem, damai, seneng, santai.. heheheh.. Alhamdulillah usaha jg ttp jalan karena memang sistemnya bisnis online. Di Malang ini saya sudah mulai browsing2 juga tentang dokter kandung...

Melahirkan itu.. (cerita melahirkan)

Cerita melahirkan masing-masing perempuan itu pasti berbeda2 ya. Dan saya yakin pengalaman melahirkan itu pasti sangat berkesan bagi seorang ibu/perempuan. Ada yg bilang mengerikan, ada yg bilang indah, ada yg ga ngerasa apa2 karena harus operasi. Macam2 lah ya.. Alhamdulillah lagi melahirkan bagi saya adalah pengalaman yaanggg..  menyenangkan dan pastinya tdk terlupakan. Jadi seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa selama hamil saya ikut kelas prenatal di Rumah Bidan Rina. Di kelas itu dijelaskan proses melahirkan secara gamblang, secara medis dan secara psikologis (aduh bahasanya hahaha). Pokoknya di kelas tersebut kami calon ayah dan ibu mendapat pencerahan secara nyata tentang proses melahirkan. Serta bagaimana mengatur emosi, perasaan dan mental selama menjalani persalinan. Bagi ibu dan pasangannya. Terus yg paling penting adalah bahwa persalinan/melahirkan itu proses yg alami yg harus dijalani secara sadar dan minim trauma. Pada intinya memang sudah kodrat ...